JAKARTA- Sejumlah kalangan memprotes kenaikan
BBM yang dibarengi dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM)
sebagai kompensasi rakyat miskin Indonesia.
"BLSM merupakan
sogokan ekonomi yang akan dilakukan oleh SBY. Tujuan bantuan tersebut,
kata pemerintah, untuk menolong rakyat dengan mengalihkan subsidi BBM
kepada rakyat miskin merupakan kebohongan besar, karena kenaikan harga
BBM berlansung permanen sepanjang tahun. Sedangkan BLSM hanya
berlangsung tak lebih dari tiga bulan," kata aktivis Petisi 28, Haris
Rusly di Taman Ismail Marzukii (TIM), Cikini, Jakarta, Minggu
(16/6/2013).
Haris melanjutkan bantuan BLSM tersebut, semata-mata
untuk menolong politik dan ekonomi dari SBY agar tetap berkuasa. "BLSM
sebuah sogokan politik untuk menyelamatkan partai berkuasa, dimana
partai ini sedang sekarat terlilit sejumlah kasus korupsi," ujarnya.
Pada
kesempatan yang sama, Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi
(REPDEM), Masinton Pasaribu menambahkan, kebijakan BLSM ditujukan untuk
menolong eksistensi ekonomi rezim SBY. Dengan berkurangnya daya beli
masyarakat dapat berakibat buruk menyebabkan ekonomi nasional stuck,
menghambat pertumbuhan.
"Ini dapat memicu krisis ekonomi yang
lebih dalam dan bisa berdampak kemarahan rakyat yang berujung
tergulingnya rezim SBY," ujarnya.
SBY kata Masinton, mengajak
rakyat untuk mengencangkan ikat pinggang, kelas menengah disuruh
berhemat untuk menerima pencabutan subsidi BBM, namun korupsi masih
terus berlangsung di Indonesia. "Tapi, kejahatan korupsi masih terus
berlansung di dalam tubuh pemerintah. Pengkhianatan terhadap negara dan
penjualan SDA untuk memperkaya segelintir orang tetap terjadi dari pusat
hingga daerah," pungkasnya.
(ugo)
* http://news.okezone.com/read/2013/06/16/339/822678/blsm-bentuk-sogokan-dari-sby