News Update :
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM ... SELAMAT DATANG DI WEBSITE DPC PKS SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR

Berita Utama

Entri Populer

Data Ranting

Kamis, 18 April 2013

Data DPRa PKS Kec. Sekampung Udik Lampung Timur

  1. Bauh Gunung Sari, Ketua Rudi Ristanto
  2. Sidorejo, Ketua Agus Suwandi
  3. Brawijaya, Ketua Mustofa
  4. Purwo Kencono, Ketua Sutiman
  5. Bojong, Ketua Bahroni
  6. Banjar Agung, Ketua Suyanto
  7. Mengandung Sari, Ketua Nashroni
  8. Bumi Mulyo, Ketua Mashuri
  9. Pugungraharjo, Ketua Aprianto Wibowo
  10. Gunung Sugih Besar, Andri Tri Wahyudi
  11. Gunung Pasir Jaya, Ghafururrohim
  12. Gunung Agung, Ketua Rosidi
  13. Sindang Anom, Ketua Jinggo
  14.  Toba
  15. Gunung Mulyo

Struktur DPC PKS Sekampung Udik


SUSUNAN KEPENGURUSAN CABANG
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR
Jln. Taman Purbakala No.09 Pugungraharjo, Sekampung Udik
Telp. 0813 7994 5170 

KETUA
QOMARUDIN

WAKIL KETUA
WARSITO

SEKRETARIS
MARYONO, S.Pd.I

BENDAHARA
MUGIANTO

BIDANG KADERISASI             
  1. ABU JUNDI 
  2. RANTI YUNINGSIH 
  3. INEU KURNAESIH, S.Pi
BIDANG KEPEMUDAAN  DAN OLAHRAGA                     
  1. RUDI RISTANTO 
  2. AHMAD SIDIQ 
  3. YOSEP 
  4. ANDRI TRI WAHYUDI  
BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT                                  
  1. ADHARI 
  2. HASYIM ASY’ARI 
  3. ABU FARIQ 
  4. RITA ARIASTANTI                                
  5. WATI ERNAWATI
BIDANG LOGISTIK                
  1. MARKUAT. A.S 
  2. MULYADI   
  3. ZAENAL ARIFIN
  4. APIP AL-ANSHORI                                       
BIDANG KEWANITAAN          
  1. ROHMININGSIH, S.Pd.I                         
  2. SUKARMI, S.Pd 
  3. SITI JUARIYAH 
  4. SARMIATI 
  5. SITI MASESAROH 
  6. MARKAMAH 
  7. MUSLIHAH
 BIDANG PEMENANGAN  PEMILU 

  1. PUTUT JIWANTORO                                    
  2. GUFRON 
  3. APRIANTO WIBOWO 
  4. NANIK HERMIN ASTUTI, A.Md 
  5. SULI HAYATI, SKM
                                                                  

Minim Alat Bukti, KPK Kehabisan Cara Menjerat LHI

Sabtu, 13 April 2013


Islamedia - Minimnya alat bukti atau bahkan bisa dikatakan tidak punya alat bukti kuat sama sekali terhadap LHI, KPK melakukan pemeriksaan kepada harta LHI. Mendata semua harta, untuk mencari kemungkinan teridentfikasi harta yang terkategorikan hasil pencucian uang.

Sebagaimana dilansir koran jakarta jubir KPK Johan budi pada hari jum'at (12/4) mengatakan bahwa : KPK masih dalam tahap identifi kasi aset-aset Luthfi . Ketika tahap ini selesai, barulah penyidik KPK dapat menentukan aset mana saja yang diduga menjadi praktik pencucian uang.



Tidak adanya data yang dimiliki KPK terhadap aset yang bersangkutan dengan tuduhan pencucian uang semakin memperlihatkan kepada publik bahwa KPK tidak mempunyai alat bukti yang kuat. Sehingga kriminalisasi KPK yang memaksakan tindak pidana pencucian uang terlalu memaksakan.

Sebagaimana diketahui, bahwa KPK menambahkan tuduhan pencucian kepada LHI, setelah tuduhan yang pertama tentang kasus penyuapan sangat lemah. Menurut pengacaranya, LHI segera dibebaskan karena tidak cukup alat bukti, namun kemudian KPK membuat rekayasa dengan tuduhan baru berupa tidak pidana pencucian uang. [koran jakarta]
Sumber : http://www.islamedia.web.id
Copy of Coment























RESES ANGGOTA DPR RI KH. Ir ABDUL HAKIM, MM

Sabtu, 13 April 2013

 
Anggota DPR RI Ustadz KH. Ir. Abdul Hakim, MM dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera melakukan kunjungan ke Daerah Pemilihan V Kabupaten Lampung Timur yang meliputi 3 kecamatan, yaitu Kec. Marga Tiga, Kec. Sekampung Udik, dan Kec. Waway Karya dalam rangka RESES ANGGOTA DPR RI. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kecamatan Sekampung Udik bertempat di Balai Desa Bauh Gunung Sari. Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Hi. Prio Budi Utomo, S.Hut dan Hj. Nanik Hermin Astuti, A.Md Anggota DPRD TK.II Lampung Timur dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Kegiatan Reses ini dihadiri oleh sekitar 200 orang, yang  terdiri dari warga masyarakat, simpatisan dan Kader Partai Keadilan Sejahtera di Kec. Sekampung Udik, Marga Tiga dan Kec. Waway Karya.


UNTUK MELIHAT PHOTO-PHOTO KEGIATAN


PKS MENANG LAGI DI PILKADA KAB. SERUYAN KAL-TENG

Kamis, 11 April 2013


MIRIP MISSION IMPOSSIBLE, SEORANG KADER PKS MENANG DUEL MESKI DIJIRO OLEH SELURUH PARPOL DI PILKADA KAB. SERUYAN





Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seruyan pada hari Rabu (10/4), secara resmi menetapkan pasangan Sudarsono- Yulhaidir (SURYA) yang maju melalui jalur independen sebagai pemenang.

PKS mengajukan kadernya dalam pilkada Seruyan melalui jalur independen dikarenakan jumlah kursi di DPRD Seruyan tidak cukup, sementara semua partai lebih memilih mendukung pasangan H. Achmad Ruswandi- H Sutrisno (HARUS)



Pasangan Sudharsono-Yulhaidir mampu mengalahkan Pasangan H Achmad Ruswandi- H Sutrisno (HARUS) yang diusung oleh semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD setempat, dalam Pilkada yang digelar 4 April 2013 lalu.

Hasil suara yang diperoleh pasangan Surya di Kabupaten Seruyan Sudarsono unggul 62 Persen mengalahkan H Iwan, yang hanya mendapat dukungan 38 persen. Sedangkan untuk Kota Kuala Pembuang Pasangan Sudarsono juga masih unggul yakni mencapai 60 persen sedangkan Pasangan H Iwan hanya 40 persen.[banjarmasinpost]

***

Adalah Sudarsono, kader PKS mantan anggota DPRD Propinsi Kalimantan Tengah yang maju sebagai calon Bupati lewat jalur independen (karena PKS tak punya kursi di DPRD) berhasil memenangkan pilkada Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah yang berlangsung 4 April 2013 yang diikuti dua pasang calon.

Hebatnya lagi, Sudarsono yang mengundurkan diri sebagai aleg DPRD Kalteng (28/1/13) dan berpasangan dengan Yulhaidir ini mengalahkan keroyokan semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD Seruyan yang mengusung pasangan H Achmad Ruswandi-H Sutrisno (Harus). Ahmad Ruswandi sendiri adalah anak bupati incumbent Darwan Ali yang sudah 2x terpilih, jadi untuk Pilkada sekarang tak bisa maju lagi maka dia majuin "putra mahkotanya" jadi Cabup Seruyan.

Sepekan setelah pencoblosan, Rabu (10/4), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seruyan, secara resmi menetapkan pasangan nomor urut satu Sudarsono-Yulhaidir (Surya) yang maju melalui jalur independen sebagai pemenang. Sudarsono, SH - Yulhaidir 53.65%, Ahmad Ruswandi - Sutrisno, SH 46.34%.

Pelaksanaan rapat pleno KPU dalam penetapan perhitungan akhir Pilkada di Kabupaten Seruyan berlangsung tegang. Sebab awalnya tim 'Harus' tidak menerima. Namun akhirnya, pasangan calon yang kalah itu pun dengan legowo menerima kekalahan tersebut. Demikian diwartakan tribunnews.

Inilah Mission Impossible PKS yang berhasil mengalahkan keroyokan 12 partai koalisi PDIP, Demokrat, Golkar, PKB, PAN, Hanura, Gerindra, PPRN, PKPB, PBB, PPP dan Partai Kedaulatan.

Hasil ini juga 'membenarkan' prediksi para pengamat bahwa kasus LHI akan sangat berpengaruh terhadap PKS. Ya, kasus LHI ini menjadi pemicu kader-kader PKS untuk bekerja keras menggandakan perjuangan dan pengorbanan dengan semaksimal ikhtiar, dan Allah SWT telah memberi kemenangan ini. Allahu Akbar wa lillahil hamd....
[pkspiyungan]

KELUARGA 10 PENGHAFAL AL-QUR'AN

Selasa, 09 April 2013




KELUARGA 10 PENGHAFAL AL-QUR'AN


Kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur"an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

> Anak pertama, Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur"an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

> Anak kedua, Faris Jihady Hanifah
Putra kedua. Hafal Al-Qur"an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur"an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

> Anak ketiga, Maryam Qonitat.
Hafal Al-Qur"an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

> Anak Keempat, Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur"an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

> Anak Kelima, Ahmad Rasikh "Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur"an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

> Anak Keenam, Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur"an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

> Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur"an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

> Anak Kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur"an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur"an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

> Anak Kesembilan, Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

> Anak Kesepuluh, Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an

Kembali ke keluarga Mutammimul Ula di atas.
Pada akhirnya kita dapat menarik simpulan, di balik kesuksesan Kang Tamim ternyata ada satu sosok wanita yang telah melahirkan sebelas keturunannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Wirianingsih. Memang siapa dia?

Sosok besar yang bertitel lengkap Dra. Wirianingsih, Bc.Hk. lahir di Jakarta, 11 September 1962 (48 tahun). Selain ibu rumah tangga, banyak aktivitas yang dia lakukan diantaranya menjadi dosen, kuliah pasca sarjana, dan aktivis perempuan. Terkini adalah menjadi anggota Dewan Pertimbangan PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) bersama Ustazah Yoyoh Yusroh, Nursanita Nasution, dll dimana sebelumnya dia menjadi Ketua Umum. Mereka adalah anggota DPR dari fraksi yang sama dengan Mutammimul Ula.

Lalu, metode apa yang Kang Tamim dan Mbak Wiwi terapkan dalam mendidik putra-putrinya?

Kuncinya adalah keseimbangan proses. Begitu simpulan dari metode pendidikan anak-anak sebagaimana tertulis dalam buku "10 Bersaudara Bintang Al-Quran. " Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib jadwal mereka yaitu berinteraksi dengan Al-Quran.

Guna mendukung kesuksesan program ini, mereka mencanangkan kebijakan sederhana, yakni: menyingkirkan televisi dari rumah, tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi, tidak membunyikan music-musik yang melalaikan, dan tidak ada perkataan kotor di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Quran adalah visi dan konsep yang jelas.

~ Pertama adalah menjadikan putra-putri seluruhnya hafal Al-Quran.

~ Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih bltita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Quran di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya.

~ Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun awalnya merasa terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Quran sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Quran, mereka diberi hadiah. Barangkali semacam reward atas pencapaian mereka, mengenai punishment tidak dijelaskan secara rinci.

Penulis buku itu juga membahas urgentitas menjadi hafiz Al-Quran. Penulis mengklasifikasikannya menjadi dua bagian: keutamaan dunia dan keutamaan akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifzul Al-Quran merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Al-Quran mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), dihormati umat manusia, dan menjadi keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Quran menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Quran bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orang tuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

> 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Irfan Hidayatullah
 
Kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur"an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

> Anak pertama, Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur"an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

> Anak kedua, Faris Jihady Hanifah
Putra kedua. Hafal Al-Qur"an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur"an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

> Anak ketiga, Maryam Qonitat.
Hafal Al-Qur"an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

> Anak Keempat, Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur"an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

> Anak Kelima, Ahmad Rasikh "Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur"an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

> Anak Keenam, Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur"an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

> Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur"an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

> Anak Kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur"an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur"an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

> Anak Kesembilan, Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

> Anak Kesepuluh, Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an

Kembali ke keluarga Mutammimul Ula di atas.
Pada akhirnya kita dapat menarik simpulan, di balik kesuksesan Kang Tamim ternyata ada satu sosok wanita yang telah melahirkan sebelas keturunannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Wirianingsih. Memang siapa dia?

Sosok besar yang bertitel lengkap Dra. Wirianingsih, Bc.Hk. lahir di Jakarta, 11 September 1962 (48 tahun). Selain ibu rumah tangga, banyak aktivitas yang dia lakukan diantaranya menjadi dosen, kuliah pasca sarjana, dan aktivis perempuan. Terkini adalah menjadi anggota Dewan Pertimbangan PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) bersama Ustazah Yoyoh Yusroh, Nursanita Nasution, dll dimana sebelumnya dia menjadi Ketua Umum. Mereka adalah anggota DPR dari fraksi yang sama dengan Mutammimul Ula.

Lalu, metode apa yang Kang Tamim dan Mbak Wiwi terapkan dalam mendidik putra-putrinya?

Kuncinya adalah keseimbangan proses. Begitu simpulan dari metode pendidikan anak-anak sebagaimana tertulis dalam buku "10 Bersaudara Bintang Al-Quran. " Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib jadwal mereka yaitu berinteraksi dengan Al-Quran.

Guna mendukung kesuksesan program ini, mereka mencanangkan kebijakan sederhana, yakni: menyingkirkan televisi dari rumah, tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi, tidak membunyikan music-musik yang melalaikan, dan tidak ada perkataan kotor di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Quran adalah visi dan konsep yang jelas.

~ Pertama adalah menjadikan putra-putri seluruhnya hafal Al-Quran.

~ Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih bltita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Quran di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya.

~ Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun awalnya merasa terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Quran sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Quran, mereka diberi hadiah. Barangkali semacam reward atas pencapaian mereka, mengenai punishment tidak dijelaskan secara rinci.

Penulis buku itu juga membahas urgentitas menjadi hafiz Al-Quran. Penulis mengklasifikasikannya menjadi dua bagian: keutamaan dunia dan keutamaan akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifzul Al-Quran merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Al-Quran mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), dihormati umat manusia, dan menjadi keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Quran menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Quran bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orang tuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

> 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Irfan Hidayatullah

PRESIDEN SBY UCAPKAN SELAMAT KEPADA KETUA UMUM PD YANG BARU

Minggu, 07 April 2013

PRESIDEN SBY UCAPKAN SELAMAT KEPADA KETUA UMUM PD YANG BARU

Juru Bicara Presiden mengungkapkan, Presiden SBY mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yg baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Kepada saudara Susilo, Presiden SBY berpesan agar Susilo fokus bekerja untuk rakyat dan parpol jangan tergantung figur.

Presiden juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali adinda Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat.

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dan tidak ketinggalan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Bambang Yudhoyono mengaku bangga dg ketua umum yang baru dan diyakini bisa menjaga kehormatan partai.

Ucapan senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat serta berpesan agar segera menyusun daftar calon anggota legislatif yang loyal dan royal. 
Sementara itu, Presiden SBY tegas meminta para menteri dari parpol untuk fokus memprioritaskan­ tugas negara dibandingkan kepentingan parpol. Pesan ini khususnya ditujukan pada Ketua Umum Partai Demokrat yang baru terpilih.
Juru Bicara Presiden mengungkapkan, Presiden SBY mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yg baru menggantikan Anas Urbaningrum.


Kepada saudara Susilo, Presiden SBY berpesan agar Susilo fokus bekerja untuk rakyat dan parpol jangan tergantung figur.

Presiden juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali adinda Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat.


Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dan tidak ketinggalan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Bambang Yudhoyono mengaku bangga dg ketua umum yang baru dan diyakini bisa menjaga kehormatan partai.


Ucapan senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat serta berpesan agar segera menyusun daftar calon anggota legislatif yang loyal dan royal. 

Sementara itu, Presiden SBY tegas meminta para menteri dari parpol untuk fokus memprioritaskan­ tugas negara dibandingkan kepentingan parpol. Pesan ini khususnya ditujukan pada Ketua Umum Partai Demokrat yang baru terpilih.

Bila Presiden PKS Ziarah Kubur Walisongo

Sabtu, 06 April 2013


Presiden PKS saat ziarah ke makam Walisongo
Presiden PKS saat ziarah ke makam Walisongo
dakwatuna.com - Jakarta.  Anggapan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) anti ziarah kubur sepertinya tidaklah tepat. Pasalnya, Presiden PKS Anis Matta melakukan tradisi yang melekat di masyarakat Indonesia itu. Bagaimana ceritanya?
Tudingan PKS berpaham Wahabi yang diidentikkan anti ziarah kubur tampaknya ditepis langsung Presiden PKS Anis Matta. Bukan dengan pernyataan apalagi slogan, mantan Wakil Ketua DPR RI itu melakukan langsung ziarah kubur ke salah satu makam walisongo yakni Sunan Kalijaga.
Peristiwa tersebut terjadi saat Anis Matta bersama jajaran DPP PKS melakukan kunjungan kerja di Demak, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2013). Anis dan rombongan mengawali kunjungan dengan melakukan ziarah kubur di Makam Sunan Kalijaga. “Ini kewajiban orang yang masih hidup kepada yang sudah meninggal, yakni mendoakannya,” tutur mantan Wakil Ketua DPR ini usai melakukan doa di depan Makam Sunan Kalijaga selama 30 menit lamanya.
Selain itu, Anis menuturkan, dengan ziarah kubur diharapkan kader dan pengurus PKS memahami sejarah penyebaran Islam ke Nusantara. “Jelas, perjuangan para wali merupakan satu kerja dakwah yang luar biasa. PKS sebagai partai berazas Islam, pengurusnya harus memahami latarbelakang sejarah seperti ini,” tambah Anis.
Dalam kesempatan tersebut Anis juga mengungkapkan sekitar 1.000 tahun sebelumnya, Nusantara dihuni penganut Hindu yang mayoritas berada di Jawa Tengah. (rfa/ind)
Redaktur: Saiful Bahri
 

© Copyright DPC PKS SEKAMPUNG UDIK 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Re Design by PKS Sekampung Udik.