News Update :
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM ... SELAMAT DATANG DI WEBSITE DPC PKS SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR

Berita Utama

Entri Populer

Jubir KPK Boong! Kuasa Hukum PKS Bicara Soal 'Aksi' Penyidik KPK

Selasa, 07 Mei 2013





JAKARTA -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyebutkan tim penyidik KPK yang datang ke kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membawa surat penyitaan terhadap lima mobil.

Namun, hal itu dibantah oleh Kuasa Hukum Luthfi Hasan Ishaaq yang sekaligus pembela DPP PKS, Zainudin Paru.

"Petugas KPK datang untuk menyampaikan surat panggilan pemeriksaan dan tidak mengatakan akan mengambil mobil," kata Zainudin saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (8/5).

Zainudin menjelaskan kedatangan tim penyidik KPK hanya untuk menyerahkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin dan Presiden DPP PKS Anis Matta. Tim KPK tidak menyampaikan rencana adanya penyitaan terhadap mobil-mobil di DPP PKS.

"Mereka juga menyatakan hanya ingin bertemu dengan pengacara untuk menyampaikan surat panggilan tersebut," jelas Zainudin.

Ia juga membantah pernyataan KPK yang menyebutkan saksi yang dibawa tim KPK kemudian melarikan diri saat terjadi perdebatan dengan sekuriti DPP PKS. Menurutnya, Ahmad Zaki tidak kabur apalagi sampai disebut melompat pagar.

Zaki ada di dalam kantor DPP PKS saat tim KPK memasangi mobil-mobil yang akan disita. Ia mengaku orang dekat Luthfi itu kelelahan dan ingin beristirahat di dalam kantor DPP PKS karena seharian menjalani pemeriksaan di KPK.

"Zaki juga bukan pemilik mobil yang disegel KPK. Sangat tidak mungkin Zaki membawa kunci mobil-mobil itu," Zainudin menegaskan.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/13/05/08/mmggod-kuasa-hukum-pks-bicara-soal-aksi-penyidik-kpk



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 

Orang-orang Beriman dan Beramal Sholeh adalah Pewaris Kekuasaan di Bumi

Minggu, 05 Mei 2013




Allah SWT sudah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh bahwa mereka akan menjadi penguasa di muka bumi, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat : 55 :


Ada sebuah pertanyaan yang harus dijawab, mungkinkah janji Allah itu akan diberikan secara Cuma-cuma ? Apakah hanya dengan beriman dan amal sholeh sudah cukup akan mengantarkan kita kepada janji Allah dan akan menjadikan kita sebagai penguasa di muka bumi ?

Kalau saja kita mau berfikir realistis tentu kita akan menjawab tidak mungkin Allah memberikan kekuasaan itu begitu saja. Kita tentu masih ingat bagaimana perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam, ada banyak pertempuran yang harus dihadapi oleh umat Islam melawan orang-orang kafir padahal sudah jelas dan nyata bagi kita bahwa Rasulullah dan para sahabat adalah generasi paling beriman dan paling sholeh dari umat ini tapi kekuasaan itu tidak diberikan oleh Allah SWT dengan Cuma-cuma, ada harga yang harus dibayar, ada perjuangan yang harus ditegakkan, banyak darah tertumpah, banyak sahabat yang gugur sebagai syahid.

Lantas masih pantaskah kita berfikir bahwa hanya dengan beriman dan beramal sholeh saja sudah cukup bagi kita untuk mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah, lalu apa yang harus kita lakukan ? Haruskah kita berdiam diri menunggu datangnya janji Allah ?
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu mengubah keadaannya sendiri, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an :


Dari firman Allah di atas sangat jelaslah bagi kita bahwa setelah beriman dan beramal sholeh kita juga harus berusaha untuk menjemput janji Allah termasuk untuk menjadi penguasa di muka bumi. Ya hanya orang-orang beriman dan beramal sholeh yang berhak menjadi penguasa di muka bumi dan itu harus didapatkan dengan perjuangan.

Allah SWT sudah memerintahkan kita untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran dengan segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk menggetarkan musuh-musuh Allah dan musuh Islam. Pertempuran yang dihadapi oleh umat islam bukan hanya pertempuran fisik mengangkat senjata tapi juga pertempuran ideologi dan pemikiran. Sebagaimana yang terjadi di Negara Indonesia medan pertempuran yang kita hadapi bukanlah pertempuran fisik, tetapi pertempuran ideologi. Untuk menjemput janji Allah agar orang-orang beriman dan beramal sholeh menjadi penguasa maka kita harus berusaha mengambilnya, dan untuk mendapatkan itu kita harus ikut dalam pertempuran. Karena untuk ikut masuk dalam arena pertempuran harus melalui Partai Politik, maka sarana itupun harus diambil, sehingga tidak ada alasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh untuk tidak ikut dalam barisan pasukan perang merebut dan mendapatkan kekuasaan  yang sudah dijanjikan oleh Allah SWT. Karena insya Allah jika penguasa adalah orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, orang yang takut pada Tuhan-Nya maka fungsi islam sebagai Rahmatan lil 'alamin akan terwujud.

Wallahu a’lam

Do'a Rabithah

Do'a Rabithah dalam nasyid bangkitkan semangat ukhuwah dan kebersamaan


"Akrobat Pimpinan KPK. Mau Sampai Kapan?!" | by @Fahrihamzah

Jumat, 03 Mei 2013

by Fahri Hamzah

  1. Akrobat pimpinan KPK tdk akan berhenti kecuali pada kasus yg kita lupakan.

  2. Permainan pimpinan KPK sdh terbukti dan tidak terasa. Ada interest pribadi, dendam, dll. Bukan hukum murni.

  3. Sebagai contoh:http://www.pkspiyungan.org/2013/05/sengkuni-kpk-kritik-terhadap-pks-busyro.html?m=1 …

  4. Saya mau bandingkan hambalang dengan kasus import sapi.

  5. Menarik dikaji karena KPK sekarang masuk ke kasus "ayu azhari" dan TPPU.

  6. Maksud KPK memang tdk bisa dipisah dari kegeraman BM. BM secara terbuka menyerang PKS. silahkan google.

  7. Kasus ini akan dibikin panjang dan digoreng lebih panjang dari hambalang. Ada unsur pengalihan juga.

  8. Kita jangan lupa bahwa kasus hambalang ini sdh proven dalam audit BPK dan panja hambalang DPR RI.

  9. Modus kasus ini yg bepusat pada figur nazaruddin yg adalah bendum partai + anggota DPR sdh terbukti dan dieksekusi.

  10. Dalam kasus import sapi, figur intinya adalah ahmad fatanah yg dalam BAP-nya mengaku sebagai makelar alias calo.

  11. Dalam kasus ahmad fatanah yg bersangkutan memang aktif melakukan "jual nama" LHI dan PKS.

  12. Dalam kasus hambalang, nama partai demokrat melekat pada diri nazar dan dia juga melekatkan nama SBY pada dirinya.

  13. Dan dalam kasus hambalang ada pengakuan terbuka dari nazar, pengurus partai, kurir dan sopir bahwa uang itu masuk partai.

  14. Sementara itu, KPK tidak pernah mengusut TPPU dari para terpidana hambalang yg sdh inkrach itu.

  15. Nazar tidak saja tidak diusut TPPU hartanya tapi juga tidak disentuh pemegang pundi2nya.

  16. Apalagi mau periksa "ayu azhari", sekjen partai, ketua2 Partai, aset angie, andi, dll dr pihak demokrat.

  17. Kasus ini hambalang hanya akan berhenti di anas sebagai hasil kompromi dalam KPK dgn penguasa. Dan tak ada TPPU.

  18. Adapun kepada PKS, dendam belum berbalas. Dan terlalu banyak yg berkepentingan partai ini bubar terutama BM.

  19. Keganjilan "penggorengan" teehadap kasus PKS ini akan jalan terus..kasus2 lain ditutup.

  20. KPK bukanlah pemberantas korupsi apalagi yg sistemik. KPK adalah mesin citra dan balas dendam.

  21. Hari ini orang belum percaya dgn apa yg saya katakan karena 85.000-an kasus yg ada di KPK siap diledakkan satu2.

  22. Setiap ledakan baru akan melahirkan tepuk tangan baru dan kita lupa bahwa kita tambah rapuh.

  23. IPK (Indeks Persepsi Korupsi) saja yg merupakan indikator sukses KPK terpuruk diikuti oleh kinerja ekonomi dan investasi global kita jatuh. (baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot)

  24. Sementara itu, KPK terus bisa menyembunyikan boroknya di balik PR asing yg bekerja untuknya.

  25. Orang2 suci semacam AS, BM dan BW di KPK perlu sadar diri. Seperti eyang subur. Ada batas kezaliman. Wallahu'alam.




:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 

"Bp. Rosidi" Ketua Ranting PKS desa Gunung Agung Berpulang ke Rahmatullah



Inna lillaahi wa inna ilaihi raji'un telah berpulang ke rahmatullah Bp. Rosidi, Ketua DPRa. PKS Desa Gunung Agung Kec. Sekampung Udik Lampung Timur. Beliau meninggal dunia pada hari Jum'at, 03 Mei 2013 sekitar pukul 13.00 WIB.
Beliau adalah salah seorang tokoh yang cukup dikenal dikenal di desa Gunung Agung dan menjadi ketua DPRa PKS tertua di kecamatan Sekampung Udik. Cukup besar jasa dan perjuangan beliau dalam membesarkan nama PKS di desa Gunung Agung. Semoga segala amal kebaikan beliau diterima oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima musibah ini. amin ya rabbal 'alamin.

Meski Hujan Deras Agenda Kunjungan Tetap Dilaksanakan

Kamis, 02 Mei 2013

 


Anggota Dewan PKS DPRD Kabupaten Lampung Timurdari DP V, Ibu Nanik Hermin Astuti bersama pengurus DPC. PKS Sekampung udik saat mengadakan kunjungan ke Ranting PKS desa Purwo Kencono Kecamatan Sekampung Udik. 
Meski kunjungan dilaksanakan pada malam hari dan bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur bumi, tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat beliau dan kawan-kawan untuk melanjutkann perjalanan, karena jalan yang dilalui untuk sampai ke tempat pertemuan masih tanah merah akhirnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Sungguh sebuah pengorbanan yang luar biasa dan belum tentu setiap Anggota Dewan mau berpayah-payah seperti itu hanya untuk bertemu dengan konstituen.


Ayu Azhari Sering Diundang PKS, Ini Fitnah Terbaru Tempo


dakwatuna.com - Sebuah iklan provokatif dari Tempo tampil di faceboook sejak Rabu (1/5). Dengan judul “Ayu Azhari Diperiksa KPK” iklan yang juga disertai foto Ayu Azhari itu mengatakan Ayu Azhari sering diundang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Ahmad Fahatah. “Sering diundang Ahmad Fathanah terkait acara PKS, Ayu Azhari pun dipanggil KPK. Kenapa?” demikian bunyi iklan tersebut.
Sontak, iklan yang bernada fitnah itupun dipersoalkan di media sosial. “Kayaknya pemanggilan ayu, sudah disiapkan tempo utk memfitnah tambahan. Krn alasan dipanggil adalah nama ayu ada di phone book AF. Aneh,” kata Bayu mengomentari iklan tersebut di facebook.
Seperti diketahui, Ayu Azhari tidak pernah diundang PKS. Wasekjen PKS Fahri Hamzah menegaskan hal itu, Rabu (1/5). “Nggak pernah PKS ngundang Ayu Azhari,” kata Fahri seperti dikutip detikcom.
Fahri juga menegaskan Ahmad Fathanah yang menjadi tersangka kasus impor daging sapi bukan kader PKS. Kalau ada kedekatan Fathanah dengan eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menurutnya itu hal lain.
“Fathanah tidak pernah menjadi anggota PKS, dia bebas saja. Itu kan hubungan pribadi, kalau Anda dekat kan bukan berarti Anda orang PKS,” tegas Fahri.
Lebih aneh lagi, materi iklan Tempo tersebut juga bertentangan dengan berita yang dibuat oleh Tempo sendiri pada hari yang sama. Dalam berita berjudul “Ayu Azhari Kenal Fathanah di Plaza Indonesia”, Tempo memberitakan bahwa Ayu berkenalan dengan Fathanah pada November-Desember 2012. Artinya, Ayu hanya mengenal Fathanah selama satu bulan sebelum pria itu ditangkap KPK pada 29 Januari lalu. Mungkinkah dalam waktu satu bulan Ayu sering diundang terkait acara PKS seperti bunyi iklan Tempo?
Dalam berita lain yang juga ditulis Tempo pada hari yang sama, Ayu juga membantah pernah diundang dalam pertemuan Safari Dakwah PKS di Hotel Aryaduta, Medan. Ayu bahkan mengatakan komunikasinya dengan Fathanah terkait pekerjaannya sebagai artis. [IK/Fb/Tmp/bsb]

#Nahlo "Box Kosong LHI" Kejadian Memalukan KPK

Rabu, 01 Mei 2013

 
 Kotak sepatu yang dikeluarkan dari deposit box LHI di Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. foto: IST

JAKARTA—Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) urung menyita sebuah kotak milik Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), yang disimpan di kotak deposit (deposit box) di Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. KPK menyangka dalam kotak yang sudah disimpan sejak tahun 2005 itu berisi barang-barang berharga milik LHI.
Kuasa hukum LHI Mohammad Assegaf menyampaikan, sebelumnya KPK menerima informasi bahwa LHI memiliki deposit box di Bank Mandiri pusat. Karena itu usai pemeriksaan LHI pada 30 April 2013 di KPK, tim penyidik KPK mengajak LHI ke Bank Mandiri untuk membuka deposit box tersebut.
“Bahkan KPK sudah mempersiapkan berita acara penyitaan. KPK juga menyiapkan mobil khusus untuk membawa barang sitaan itu,” kata Assegaf, Rabu (5/1) di Jakarta.
LHI sendiri, menurut Assegaf, lupa kalau memiliki deposit box di Bank Mandiri. Dia juga tidak tahu isi deposit box tersebut. Karena sejak pertama kali menggunakannya tahun 2005, dia tidak pernah menjamahnya lagi.
Ketika dibuka dalam deposit box itu ternyata berisi sebuah kotak sepatu berwarna putih dengan tulisan VINCCI di bagian depan kotak. Dalam kotak sepatu itu hanya berisi amplop kosong Bank Mandiri, amplop kosong bank HSBC, amplop kosong bertuliskan cek multiguna Bank BNI, serta laporan rekening HSBC atas nama Luthfi Hasan Ishaaq.
Mengetahui isi deposit box hanya kotak sepatu yang tidak ada barang berharganya, KPK urung melakukan penyitaan.
“Kotak tersebut kemudian dibawa oleh tim hukum LHI yang saat itu mendampingi LHI ke Bank Mandiri,” jelas Assegaf.(IST)

*http://tajuk.co/2013/05/kpk-urung-sita-isi-deposit-box-milik-lhi/

:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA ::
 

© Copyright DPC PKS SEKAMPUNG UDIK 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Re Design by PKS Sekampung Udik.