News Update :
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM ... SELAMAT DATANG DI WEBSITE DPC PKS SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR

Berita Utama

Entri Populer

KELUARGA 10 PENGHAFAL AL-QUR'AN

Selasa, 09 April 2013




KELUARGA 10 PENGHAFAL AL-QUR'AN


Kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur"an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

> Anak pertama, Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur"an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

> Anak kedua, Faris Jihady Hanifah
Putra kedua. Hafal Al-Qur"an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur"an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

> Anak ketiga, Maryam Qonitat.
Hafal Al-Qur"an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

> Anak Keempat, Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur"an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

> Anak Kelima, Ahmad Rasikh "Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur"an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

> Anak Keenam, Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur"an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

> Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur"an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

> Anak Kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur"an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur"an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

> Anak Kesembilan, Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

> Anak Kesepuluh, Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an

Kembali ke keluarga Mutammimul Ula di atas.
Pada akhirnya kita dapat menarik simpulan, di balik kesuksesan Kang Tamim ternyata ada satu sosok wanita yang telah melahirkan sebelas keturunannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Wirianingsih. Memang siapa dia?

Sosok besar yang bertitel lengkap Dra. Wirianingsih, Bc.Hk. lahir di Jakarta, 11 September 1962 (48 tahun). Selain ibu rumah tangga, banyak aktivitas yang dia lakukan diantaranya menjadi dosen, kuliah pasca sarjana, dan aktivis perempuan. Terkini adalah menjadi anggota Dewan Pertimbangan PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) bersama Ustazah Yoyoh Yusroh, Nursanita Nasution, dll dimana sebelumnya dia menjadi Ketua Umum. Mereka adalah anggota DPR dari fraksi yang sama dengan Mutammimul Ula.

Lalu, metode apa yang Kang Tamim dan Mbak Wiwi terapkan dalam mendidik putra-putrinya?

Kuncinya adalah keseimbangan proses. Begitu simpulan dari metode pendidikan anak-anak sebagaimana tertulis dalam buku "10 Bersaudara Bintang Al-Quran. " Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib jadwal mereka yaitu berinteraksi dengan Al-Quran.

Guna mendukung kesuksesan program ini, mereka mencanangkan kebijakan sederhana, yakni: menyingkirkan televisi dari rumah, tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi, tidak membunyikan music-musik yang melalaikan, dan tidak ada perkataan kotor di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Quran adalah visi dan konsep yang jelas.

~ Pertama adalah menjadikan putra-putri seluruhnya hafal Al-Quran.

~ Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih bltita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Quran di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya.

~ Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun awalnya merasa terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Quran sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Quran, mereka diberi hadiah. Barangkali semacam reward atas pencapaian mereka, mengenai punishment tidak dijelaskan secara rinci.

Penulis buku itu juga membahas urgentitas menjadi hafiz Al-Quran. Penulis mengklasifikasikannya menjadi dua bagian: keutamaan dunia dan keutamaan akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifzul Al-Quran merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Al-Quran mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), dihormati umat manusia, dan menjadi keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Quran menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Quran bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orang tuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

> 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Irfan Hidayatullah
 
Kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur"an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.

> Anak pertama, Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur"an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

> Anak kedua, Faris Jihady Hanifah
Putra kedua. Hafal Al-Qur"an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur"an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

> Anak ketiga, Maryam Qonitat.
Hafal Al-Qur"an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

> Anak Keempat, Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur"an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

> Anak Kelima, Ahmad Rasikh "Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur"an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

> Anak Keenam, Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur"an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

> Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur"an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

> Anak Kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur"an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur"an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

> Anak Kesembilan, Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

> Anak Kesepuluh, Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur"an

Kembali ke keluarga Mutammimul Ula di atas.
Pada akhirnya kita dapat menarik simpulan, di balik kesuksesan Kang Tamim ternyata ada satu sosok wanita yang telah melahirkan sebelas keturunannya. Siapa lagi kalau bukan istrinya, Wirianingsih. Memang siapa dia?

Sosok besar yang bertitel lengkap Dra. Wirianingsih, Bc.Hk. lahir di Jakarta, 11 September 1962 (48 tahun). Selain ibu rumah tangga, banyak aktivitas yang dia lakukan diantaranya menjadi dosen, kuliah pasca sarjana, dan aktivis perempuan. Terkini adalah menjadi anggota Dewan Pertimbangan PP Persaudaraan Muslimah (Salimah) bersama Ustazah Yoyoh Yusroh, Nursanita Nasution, dll dimana sebelumnya dia menjadi Ketua Umum. Mereka adalah anggota DPR dari fraksi yang sama dengan Mutammimul Ula.

Lalu, metode apa yang Kang Tamim dan Mbak Wiwi terapkan dalam mendidik putra-putrinya?

Kuncinya adalah keseimbangan proses. Begitu simpulan dari metode pendidikan anak-anak sebagaimana tertulis dalam buku "10 Bersaudara Bintang Al-Quran. " Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib jadwal mereka yaitu berinteraksi dengan Al-Quran.

Guna mendukung kesuksesan program ini, mereka mencanangkan kebijakan sederhana, yakni: menyingkirkan televisi dari rumah, tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi, tidak membunyikan music-musik yang melalaikan, dan tidak ada perkataan kotor di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Quran adalah visi dan konsep yang jelas.

~ Pertama adalah menjadikan putra-putri seluruhnya hafal Al-Quran.

~ Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih bltita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Quran di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya.

~ Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun awalnya merasa terpaksa, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Quran sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Quran, mereka diberi hadiah. Barangkali semacam reward atas pencapaian mereka, mengenai punishment tidak dijelaskan secara rinci.

Penulis buku itu juga membahas urgentitas menjadi hafiz Al-Quran. Penulis mengklasifikasikannya menjadi dua bagian: keutamaan dunia dan keutamaan akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifzul Al-Quran merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Al-Quran mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), dihormati umat manusia, dan menjadi keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Quran menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Quran bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orang tuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.

> 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Irfan Hidayatullah

PRESIDEN SBY UCAPKAN SELAMAT KEPADA KETUA UMUM PD YANG BARU

Minggu, 07 April 2013

PRESIDEN SBY UCAPKAN SELAMAT KEPADA KETUA UMUM PD YANG BARU

Juru Bicara Presiden mengungkapkan, Presiden SBY mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yg baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Kepada saudara Susilo, Presiden SBY berpesan agar Susilo fokus bekerja untuk rakyat dan parpol jangan tergantung figur.

Presiden juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali adinda Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat.

Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dan tidak ketinggalan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Bambang Yudhoyono mengaku bangga dg ketua umum yang baru dan diyakini bisa menjaga kehormatan partai.

Ucapan senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat serta berpesan agar segera menyusun daftar calon anggota legislatif yang loyal dan royal. 
Sementara itu, Presiden SBY tegas meminta para menteri dari parpol untuk fokus memprioritaskanยญ tugas negara dibandingkan kepentingan parpol. Pesan ini khususnya ditujukan pada Ketua Umum Partai Demokrat yang baru terpilih.
Juru Bicara Presiden mengungkapkan, Presiden SBY mengucapkan selamat atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yg baru menggantikan Anas Urbaningrum.


Kepada saudara Susilo, Presiden SBY berpesan agar Susilo fokus bekerja untuk rakyat dan parpol jangan tergantung figur.

Presiden juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali adinda Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat.


Sementara itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Dan tidak ketinggalan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Bambang Yudhoyono mengaku bangga dg ketua umum yang baru dan diyakini bisa menjaga kehormatan partai.


Ucapan senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY atas terpilihnya saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat serta berpesan agar segera menyusun daftar calon anggota legislatif yang loyal dan royal. 

Sementara itu, Presiden SBY tegas meminta para menteri dari parpol untuk fokus memprioritaskan­ tugas negara dibandingkan kepentingan parpol. Pesan ini khususnya ditujukan pada Ketua Umum Partai Demokrat yang baru terpilih.

Bila Presiden PKS Ziarah Kubur Walisongo

Sabtu, 06 April 2013


Presiden PKS saat ziarah ke makam Walisongo
Presiden PKS saat ziarah ke makam Walisongo
dakwatuna.com - Jakarta.  Anggapan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) anti ziarah kubur sepertinya tidaklah tepat. Pasalnya, Presiden PKS Anis Matta melakukan tradisi yang melekat di masyarakat Indonesia itu. Bagaimana ceritanya?
Tudingan PKS berpaham Wahabi yang diidentikkan anti ziarah kubur tampaknya ditepis langsung Presiden PKS Anis Matta. Bukan dengan pernyataan apalagi slogan, mantan Wakil Ketua DPR RI itu melakukan langsung ziarah kubur ke salah satu makam walisongo yakni Sunan Kalijaga.
Peristiwa tersebut terjadi saat Anis Matta bersama jajaran DPP PKS melakukan kunjungan kerja di Demak, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2013). Anis dan rombongan mengawali kunjungan dengan melakukan ziarah kubur di Makam Sunan Kalijaga. “Ini kewajiban orang yang masih hidup kepada yang sudah meninggal, yakni mendoakannya,” tutur mantan Wakil Ketua DPR ini usai melakukan doa di depan Makam Sunan Kalijaga selama 30 menit lamanya.
Selain itu, Anis menuturkan, dengan ziarah kubur diharapkan kader dan pengurus PKS memahami sejarah penyebaran Islam ke Nusantara. “Jelas, perjuangan para wali merupakan satu kerja dakwah yang luar biasa. PKS sebagai partai berazas Islam, pengurusnya harus memahami latarbelakang sejarah seperti ini,” tambah Anis.
Dalam kesempatan tersebut Anis juga mengungkapkan sekitar 1.000 tahun sebelumnya, Nusantara dihuni penganut Hindu yang mayoritas berada di Jawa Tengah. (rfa/ind)
Redaktur: Saiful Bahri

Alhamdulillah, Hari ini PKS Menang di Pilkada Hulu Sungai Selatan Kalsel

Kamis, 04 April 2013

Written By Kabar PKS on Rabu, 03 April 2013 | 20.38


Kabar PKS - Hari ini (3/4/2013) telah berlangsung pemungutan suara Pilkada Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2013-2018.
Tiga pasang calon memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, periode 2013-2018. Mereka adalah Husaini-Muhyani Rizalie, Achmad Fikry-Ardiansyah, serta Muchran Bahran-Abdul Kadir Ahmad.

Agar Akhwat Tidak Berguguran di Dapur

Selasa, 02 April 2013

Rubrik: Wanita | Oleh: Adrian Fetriskha, SH. - 28/03/13 | 11:30 | 17 Jumada al-Ula 1434 H

Ilustrasi. (qimta.devianart.com)
Ilustrasi. (qimta.devianart.com)
dakwatuna.com - Di Jalan dakwah kita menemukan banyak akhwat dengan intensitas kesibukan tinggi bahkan di atas rata-rata. Mengawali paginya dengan rapat, kegiatan seminar, bakti sosial, up grading pengurus, menjadi panitia, membina adik-adik liqa’ nya, menghadiri liqa’ nya sendiri, lalu rapat lagi dan sederet aktivitas lainnya. Kesibukan demi kesibukan yang sangat sangat dicintainya itu membuatnya semakin kokoh berpijak di jalan dakwah.
Namun karena kesibukan yang teramat padat di luar sana, ia tidak sempat untuk memasak di dalam dapurnya dan lebih sering hanya membeli masakan di warung. Perlahan kemudian ia menjadi hilang di dapur, tidak bisa dan bahkan malas untuk memasak. Kalaupun ada itu hanya sekadar memasak nasi di magic jar atau merebus mie instan. Merekalah yang kemudian kokoh berdiri di jalan dakwah tetapi berguguran di dapur.
Padahal memasak adalah skill yang seharusnya dimiliki oleh seorang akhwat. Bagi sebagian kalangan kadang ini terlihat seperti hal yang sepele, tapi sesungguhnya memasak itu adalah jihad. Bukankah Rasulullah pernah bersabda bahwa jihad seorang wanita adalah di rumahnya? Mengurus rumah tangga, termasuk mengasuh anak dan memasak adalah ladang jihad bagi wanita. Semua tidak akan sia-sia bila dilakukan dengan ikhlas dan diniatkan untuk ibadah.
Keahlian dalam memasak adalah pembeda yang unik, ia adalah salah satu magnet yang mendekatkan seorang suami dengan rumahnya. Meskipun ia menemukan banyak makanan yang terlihat enak di luar, ia tetap akan lebih menyukai masakan yang ada di rumah. Karena ia mengetahui siapa yang memasaknya, mengetahui akan kebersihannya dan mengetahui dengan uang apa itu semua dibeli. Akhwat yang mampu memasak jika telah berkeluarga maka ia akan menjadi perekat di keluarganya, ia menjadi faktor yang membahagiakan suami dan anak-anak melalui masakan yang dibuat.
Selain itu, seorang akhwat jika bisa memasak maka saat ia berperan sebagai seorang istri, ia akan mampu menghemat pengeluaran keluarga. Tapi jika tidak mampu memasak dan hanya mengandalkan masakan yang dijual di warung, maka itu akan menyebabkan pengeluaran yang besar di keluarga.
Harga satu porsi masakan standar yang dijual di warung berkisar Rp. 8000 – Rp. 15.000. Kita ambil harga pertengahan saja: Rp.10.000, maka bayangkan berapa anggaran dana yang dibutuhkan oleh satu keluarga dengan 3 orang anak untuk makan 3 kali dalam 1 hari  yaitu 5 x 3 x Rp. 10.000 = Rp. 150.000 / hari. Dalam sebulan dibutuhkan dana sebesar; Rp. 150.000 x 30 hari = Rp. 4.500.000. Woow 4,5 juta sebuah angka yang fantastis, hanya untuk makan. Angka sebesar itu bagi seorang istri yang cerdas dan bisa memasak bisa dibelikan ke berbagai bahan mentah untuk membuat lebih banyak variasi masakan, tentu saja untuk jangka waktu yang juga lebih lama.
Memang tidak kita pungkiri bahwa ada banyak keluarga ikhwah dengan penghasilan yang besar, Alhamdulillah, sehingga jumlah uang 4,5 juta untuk membeli makanan bagi mereka adalah kecil. Bahkan sebagian mampu menyediakan pembantu yang ditugaskan untuk memasak di rumah. Tidak ada yang salah dengan itu, hanya saja ada kehangatan yang hilang di meja makan. Ketika masakan yang dibeli atau dimasak pembantu begitu enak, seorang suami atau anak-anak akan berkomentar, “wah masakan si mbok enak banget ya...”. Akan terasa beda jika komentar yang muncul adalah, “wah masakan ummi enak banget… besok masak lagi ya mi…”. Tuhh kan beda.
Maka tidak ada alasan bagi akhwat untuk tidak bisa memasak, apalagi ketika ia telah menjadi seorang istri. Tidak harus mahir, bisa memasak saja sudah cukup. Asin-asin sedikit tidak apalah, tetap akan masih dipuji oleh seorang suami yang beriman. Tidak sehebat koki pun tak masalah, asal ada kemauan untuk terus belajar. Apalagi di zaman serba canggih, resep masakan apa saja tinggal cari di Google.
Kunci rahasia untuk memasak itu hanya satu, berlatih. Karena hakikatnya memasak adalah suatu keahlian. Pelajari memasak secara bertahap mulai dari level rendah sampai level tinggi, contoh mulailah dengan membuat gorengan – tumisan – asam padeh – gulai – kalio dan terakhir rendang, sebuah masakan dengan level tersulit di Padang. Jangan pernah putus asa ketika ada gorengan yang hangus, tumisan yang hambar, gulai yang asin dan kehancuran fatal lainnya dalam memasak, itu semua biasa saja. Sungguh tidak ada kata terlambat untuk belajar, apalagi untuk belajar memasak. Belajarlah untuk membedakan mana jahe mana lengkuas, mana merica dan mana ketumbar, supaya tidak menjadi akhwat-akhwat yang berguguran di dapur.

Aborsi Tak Kalah Tragis Dari Zionis Israel

Senin, 01 April 2013



IslamediaAssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh


Pada kehamilan muda,dimana usia janin masih sangat kecil,aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction).Sang anak yang 

MK Putuskan Menolak Permohonan Rieke Secara Keseluruhan, Aher-Deddy Menang

jabar.tribunnews.com
Mahkamah Konstitusi (MK) telah menggelar sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Jawa Barat, Senin (1/4/2013). Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki mengajukan gugatan ke MK karena menolak menerima hasil penghitungan rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jawa Barat.

“Tidak ada bukti yang menyatakan adanya pelanggaran yang terstruktur sistematif dan masif, tuduhan tidak terbukti secara hukum. Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pemohon secara keseluruhan,” demikian bunyi putusan MK tersebut, seperti dikutip pkspiyungan.org.
Dalam keputusan sebanyak 480 halaman ini, Mahkamah  Konstitusi ini mengukuhkan kemenangan pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar yang diputuskan KPUD Jawa Barat. Sebelumnya, dalam rapat pleno (3/3) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat telah menetapkan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jabar terpilih periode 2013-2018.
Pasangan nomor 4 tersebut dinyatakan sebagai pemenang karena telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan KPU, di mana keduanya mengantongi 32,39 persen. Karena telah melewati 30 persen plus satu suara, Aher-Deddy dinyatakan menang dalam satu putaran.

Menangis
Calon gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka menangis usai Mahkamah Konstitusi menolak gugatannya terkait hasil pemilihan kepala daerah provinsi tersebut.
Usai keluar sidang, Rieke yang mengenakan jas hitam, bersalam-salaman dengan para pendukungnya. “Terima kasih untuk semuanya yang telah mendukung saya, terutama warga Jabar,” ucap Rieke sambil menangis di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (1/4/2013), seperti dikutip Inilah.
Ia akan fokus terhadap pekerjaanya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat. “Saya akan menjalankan kembali tugas saya di DPR,” ucapnya.

Redaktur: Shabra Syatila

Analisa Hukum LHI: Inilah kasus suap pertama yang membuat KPK buntu!

Sabtu, 30 Maret 2013



by @dangtuangku

  1. Sebenarnya tak susah untuk tahu janggalnya kasus LHI yg diusut KPK.

 

© Copyright DPC PKS SEKAMPUNG UDIK 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Re Design by PKS Sekampung Udik.