Berita Utama
Entri Populer
-
Farid Nu'man Hasan Ayyahul ikhwah.… Apa yang kalian rasakan hari-hari belakangan ini? Pada diri kalian dan juga dakwah yang ka...
-
Baru saja dilantik, Menteri Kesehatan (Menkes) baru, dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH membuat sebuah gebrakan di awal masa kerjanya dengan...
-
Ust. Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro PKS susahnya karena saya terlalu banyak minat. Jadi saya bingung...
-
Presiden PKS Tempat Lahir: Bone Tgl Lahir: 07-12-1968 Agama: Islam Riwayat Pendidikan: 1 SD Inpres Welado 1980 2 SMP D...
-
HM Aru Syeiff Assadullah @SuaraIslamOn Penghancuran secara opini terhadap kekalahan partai-partai Islam betul-betul dilakukan secar...
-
SUSUNAN KEPENGURUSAN CABANG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK LAMPUNG TIMUR Jln. Taman Purbakala No.09 Pugungrahar...
-
MIRIP MISSION IMPOSSIBLE, SEORANG KADER PKS MENANG DUEL MESKI DIJIRO OLEH SELURUH PARPOL DI PILKADA KAB. SERUYAN Komisi Pemiliha...
Tampilkan postingan dengan label News Update. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Update. Tampilkan semua postingan
12/31/2013
Siapapun yang tergabung dalam program ODOJ (One Day One Juz), pasti pada pagi hari akan mendapatkan informasi duka tentang berpulangnya Yenni Ratna Sari, salah seorang pegiat ODOJ grup 35 (29/12).
Berdasarkan informasi yang beredar, pada malam harinya, beliau bersama suaminya mengalami kecelakan tabrak lari saat hendak mengantar pesanan teman. Ada pula yang menceritakan bahwa mereka berdua sedang mencari fotokopian untuk keperluan halaqah almarhumah pada besok harinya. Mengingat jarak yang dekat, mereka tidak mengenakan helm. Mereka mengendarai motor secara perlahan di pinggir jalan. Namun naas, dalam perjalanan, mereka ditabrak mobil dari belakang. Tersiar kabar, selain mereka, ada tiga motor pula yang menjadi korban.
Sebelum kejadian tersebut, beliau mendapat jatah dan menyelesaikan membaca juz 30. Ini menandakan tugas beliau membaca Al-Quran sudah selesai 30 juz. Sekitar pukul 19.37 WIB beliau masih membaca Al-Quran hingga memimpin doa khatam bersama-sama. Sampai akhirnya, pukul 22.34 WIB tersiar kabar bahwa beliau telah wafat.
Kini jenazah beliau telah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Cilegon Timur. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima segala amal ibadahnya. Allahumma aamiin.
Semoga kita pun dapat belajar, untuk menyiasati kehidupan untuk terus berinteraksi terhadap al-Qur’an, hingga Allah memanggil kita. Allahumma aamiin.
Innalillahi, Anggota ODOJ Wafat Setelah Khatam Al-Quran!
Selasa, 31 Desember 2013
Siapapun yang tergabung dalam program ODOJ (One Day One Juz), pasti pada pagi hari akan mendapatkan informasi duka tentang berpulangnya Yenni Ratna Sari, salah seorang pegiat ODOJ grup 35 (29/12).
Berdasarkan informasi yang beredar, pada malam harinya, beliau bersama suaminya mengalami kecelakan tabrak lari saat hendak mengantar pesanan teman. Ada pula yang menceritakan bahwa mereka berdua sedang mencari fotokopian untuk keperluan halaqah almarhumah pada besok harinya. Mengingat jarak yang dekat, mereka tidak mengenakan helm. Mereka mengendarai motor secara perlahan di pinggir jalan. Namun naas, dalam perjalanan, mereka ditabrak mobil dari belakang. Tersiar kabar, selain mereka, ada tiga motor pula yang menjadi korban.
Sebelum kejadian tersebut, beliau mendapat jatah dan menyelesaikan membaca juz 30. Ini menandakan tugas beliau membaca Al-Quran sudah selesai 30 juz. Sekitar pukul 19.37 WIB beliau masih membaca Al-Quran hingga memimpin doa khatam bersama-sama. Sampai akhirnya, pukul 22.34 WIB tersiar kabar bahwa beliau telah wafat.
Kini jenazah beliau telah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Cilegon Timur. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima segala amal ibadahnya. Allahumma aamiin.
Semoga kita pun dapat belajar, untuk menyiasati kehidupan untuk terus berinteraksi terhadap al-Qur’an, hingga Allah memanggil kita. Allahumma aamiin.
8/14/2013
Hanya dalam waktu tak lebih dari 8 jam, pasukan kemanan dan militer Mesir 'berhasil' membunuh lebih dari 3.000 rakyat Mesir yang menolak upaya kudeta militer dengan penggulingan Presiden Muhammad Mursi. Jumlah demonstran rakyat Mesir yang meninggal itu dikonfirmasi oleh juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad dan pihah-pihak rumah sakit setempat, Rabu (14/8).
Juru bicara Ikhwanul Muslimin itu mengatakan, Rabu (14/8), ribuan orang meninggal dalam 8 jam setelah pasukan keamanan Mesir memulai operasi pembersihan demonstran pro Presiden Muhammad Mursi yang telah berkemah di jalan-jalan Kairo sejak presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan oleh rezim militer bulan lalu.
"Dalam 8 jam, sudah terjadi pembantaian massal. Tak ada satupun orang yang mampu menghentikan pembantaian ini, baik di Mesir maupun di dunia. Lebih dari 3000 orang dibunuh dan 10,000 lainnya luka-luka. Biarkan dunia menyaksikannya!" kata Gehad El-Haddad, melalui akun Twitter-nya yang terpantau sekira pukul 18.50 WIB, Rabu (14/8).
“Ini bukan upaya untuk membubarkan, tapi upaya berdarah untuk menghancurkan semua suara oposisi menentang kudeta militer,” tambahnya.
Situasi memanas sejak Rabu pagi waktu setempat (14/8/2013), Al Jazera melaporkan langsung dari Kairo bahwa langit kota itu dipenuhi asap yang membumbung dari Nahda Square – yang kemudian benar-benar dibersihkan – dan ada laporan tembakan gas air mata serta tembakan senapan angin dari lokasi kejadian.
Kementerian Dalam Negeri juga memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan keamanan akan bertindak tegas kepada pengunjuk rasa yang dianggap bertindak “tidak bertanggung jawab” dan mengatakan akan menjamin perjalanan yang aman bagi mereka yang ingin meninggalkan lokasi perkemahan.
Pada pertengahan pagi, televisi pemerintah melaporkan, pasukan keamanan telah selesai membersihkan Nahda Square. Buldoser juga disiapkan untuk membubarkan tenda-tenda yang dipakai demonstran.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan pasukan keamanan telah mengontrol total atas Nahda Square, dan pasukan polisi telah berhasil menghapus sebagian besar tenda di kawasan itu. Dan pasukan keamanan telah memblokir semua akses ke kamp protes.
Reporter Al Jazeera Rawya Rageh melaporkan dari Kairo, mengatakan bahwa “pertempuran ini jauh lebih besar dari apa yang Anda lihat, termasuk jumlah korban. Ini adalah perjuangan untuk masa depan negara dan sesuatu yang akan menentukan jalannya revolusi Mesir yang telah berlangsung selama dua tahun dari sekarang.”
“Tidak ada yang diharapkan ini menjadi operasi yang mudah. Ini menjadi sangat jelas bahwa kedua belah pihak terlibat dalam pertempuran dalam permainan berbahaya.”
Seruan Turun ke Jalan
Sebagai tanggapan terhadap operasi keamanan, Ikhwanul Muslimin mendesak rakyat Mesir untuk turun ke jalan dalam upaya menghentikan aksi “pembantaian”.
Para penyelenggara protes Rabiah al-Adawiya, di mana beberapa pemimpin Ikhwan ikut di sana, “menyerukan rakyat Mesir untuk turun ke jalan untuk menghentikan pembantaian,” kata Haddad.
Pasukan keamanan juga menyerbu Nasr City dan ada laporan bahwa penembak jitu menembaki demonstran di Rabiah al-Adawiya Square.
Namun pasukan keamanan mengatakan penembak jitu hanya menembakkan gas air mata.
“Banyak orang yang dibunuh sekarang … Apa yang dapat kita harapkan adalah hanya kondisi yang lebih buruk,” kata Laila, anggota Aliansi Anti Kudeta Mesir, sebuah kelompok pro Mursi. “Apa yang terjadi sekarang adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.”
* http://muslimina.blogspot.com/2013/08/3000-syahid-dalam-8-jam-rekor-dunia.html
3000 SYAHID DALAM 8 JAM, REKOR DUNIA UNTUK PEMBANTAIAN DI PEGANG OLEH AL SISI
Rabu, 14 Agustus 2013
Hanya dalam waktu tak lebih dari 8 jam, pasukan kemanan dan militer Mesir 'berhasil' membunuh lebih dari 3.000 rakyat Mesir yang menolak upaya kudeta militer dengan penggulingan Presiden Muhammad Mursi. Jumlah demonstran rakyat Mesir yang meninggal itu dikonfirmasi oleh juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad dan pihah-pihak rumah sakit setempat, Rabu (14/8).
Juru bicara Ikhwanul Muslimin itu mengatakan, Rabu (14/8), ribuan orang meninggal dalam 8 jam setelah pasukan keamanan Mesir memulai operasi pembersihan demonstran pro Presiden Muhammad Mursi yang telah berkemah di jalan-jalan Kairo sejak presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan oleh rezim militer bulan lalu.
"Dalam 8 jam, sudah terjadi pembantaian massal. Tak ada satupun orang yang mampu menghentikan pembantaian ini, baik di Mesir maupun di dunia. Lebih dari 3000 orang dibunuh dan 10,000 lainnya luka-luka. Biarkan dunia menyaksikannya!" kata Gehad El-Haddad, melalui akun Twitter-nya yang terpantau sekira pukul 18.50 WIB, Rabu (14/8).
“Ini bukan upaya untuk membubarkan, tapi upaya berdarah untuk menghancurkan semua suara oposisi menentang kudeta militer,” tambahnya.
Situasi memanas sejak Rabu pagi waktu setempat (14/8/2013), Al Jazera melaporkan langsung dari Kairo bahwa langit kota itu dipenuhi asap yang membumbung dari Nahda Square – yang kemudian benar-benar dibersihkan – dan ada laporan tembakan gas air mata serta tembakan senapan angin dari lokasi kejadian.
Kementerian Dalam Negeri juga memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan keamanan akan bertindak tegas kepada pengunjuk rasa yang dianggap bertindak “tidak bertanggung jawab” dan mengatakan akan menjamin perjalanan yang aman bagi mereka yang ingin meninggalkan lokasi perkemahan.
Pada pertengahan pagi, televisi pemerintah melaporkan, pasukan keamanan telah selesai membersihkan Nahda Square. Buldoser juga disiapkan untuk membubarkan tenda-tenda yang dipakai demonstran.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan pasukan keamanan telah mengontrol total atas Nahda Square, dan pasukan polisi telah berhasil menghapus sebagian besar tenda di kawasan itu. Dan pasukan keamanan telah memblokir semua akses ke kamp protes.
Reporter Al Jazeera Rawya Rageh melaporkan dari Kairo, mengatakan bahwa “pertempuran ini jauh lebih besar dari apa yang Anda lihat, termasuk jumlah korban. Ini adalah perjuangan untuk masa depan negara dan sesuatu yang akan menentukan jalannya revolusi Mesir yang telah berlangsung selama dua tahun dari sekarang.”
“Tidak ada yang diharapkan ini menjadi operasi yang mudah. Ini menjadi sangat jelas bahwa kedua belah pihak terlibat dalam pertempuran dalam permainan berbahaya.”
Seruan Turun ke Jalan
Sebagai tanggapan terhadap operasi keamanan, Ikhwanul Muslimin mendesak rakyat Mesir untuk turun ke jalan dalam upaya menghentikan aksi “pembantaian”.
Para penyelenggara protes Rabiah al-Adawiya, di mana beberapa pemimpin Ikhwan ikut di sana, “menyerukan rakyat Mesir untuk turun ke jalan untuk menghentikan pembantaian,” kata Haddad.
Pasukan keamanan juga menyerbu Nasr City dan ada laporan bahwa penembak jitu menembaki demonstran di Rabiah al-Adawiya Square.
Namun pasukan keamanan mengatakan penembak jitu hanya menembakkan gas air mata.
“Banyak orang yang dibunuh sekarang … Apa yang dapat kita harapkan adalah hanya kondisi yang lebih buruk,” kata Laila, anggota Aliansi Anti Kudeta Mesir, sebuah kelompok pro Mursi. “Apa yang terjadi sekarang adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.”
* http://muslimina.blogspot.com/2013/08/3000-syahid-dalam-8-jam-rekor-dunia.html
Label:
Berita Utama,
Dunia Islam,
News Update
8/14/2013
Surat kabar The Guardian-Inggris menyebutkan bahwa pemimpin militer di Mesir tidak akan luput dari pengadilan Internasional untuk kejahatan perang yang telah mereka lakukan, termasuk kejahatan terhadap para pendukung presiden Mursi, yang terbaru adalah peristiwa pembantaian yang berlangsung hari ini terhadap demonstran di Rabi'ah Al Adaweah dan Nahdhah Square, yang mana hal tersebut bisa diadili di hadapan pengadilan kriminal Internasional meskipun Mesir tidak ikut menandatangani "Piagam Roma untuk Hak Asasi Manusia".
Surat kabar Inggris tersebut juga menambahkan bahwa dengan eskalasi ketegangan di Mesir dan pembantaian pihak keamanan terhadap banyak pendukung Mursi hari ini, banyak dari pengacara hak asasi manusia akan menggunakan "prinsip yurisdiksi universal" untuk mengadili pelaku-pelaku kejahatan internasional. Sudah saatnya bagi masyarakat internasional untuk melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi di Mesir, dan meminta pertanggung jawaban mereka (pemerintah kudeta) atas pertumpahan darah yang terjadi.
Yang jadi masalah saat ini adalah, Mesir tidak tunduk pada yuridikasi pengadilan Afrika tentang hak asasi manusia karena Mesir tidak ikut menandatangan piagam tersebut. Ini berarti bahwa pengadilan Afrika tidak bisa mengadili kekejaman yang dilakukan oleh tentara Mesir. Begitu pula, Mesir juga bukanlah negara yang menandatangani Piagam Roma, oleh karena itu Mesir pun tidak tunduk pada Pengadilan Kriminal Internasional. Akan tetapi Guardian menambahkan, meskipun begitu, para penggagas piagam Roma telah mengetahui bahwa banyak pemerintahan yang sengaja tidak menandatangani piagam tersebut agar nantinya bisa tidak patuh. Maka dari itu, mereka (para penyusun piagam Roma) menambahkan sebuah artikel dalam piagam tersebut untuk memberi yurisdiksi terhadap pengadilan pidana Internasional untuk menjalankan mandatnya ketika dewan keamanan PBB merujuk sebuah kasus kriminal internasional untuk diinvestigasi, seperti yang pernah diberlakukan pada kasus presiden Sudan Umar Al Bashir yang didakwa di pengadilan pidana setelah kasusnya dirujuk oleh dewan keamanan.
Guardian juga menyebutkan bahwa seharusnya negara-negara demokratis (Eropa-Amerika) tidak membiarkan demokrasi Mesir yang baru lahir ini menjadi Suriah baru, atau menjadi seperti negara-negara yang mengalami banyak kudeta dalam pemerintahannya seperti Pakistan. Seharusnya pula, pemerintah Inggris meningkatkan rasa tanggung jawabnya dan mengambil peran kepemimpinan global terhadap masalah ini sebagai salah satu anggota tetap dewan keamanan PBB.
Yang terpenting adalah pengadilan kriminal Internasional harus segera mengambil langkah tegas terhadap pemimpin negara-negara non penandatanganan piagam Roma atau pihak ketiga yang perlu diminta pertanggung jawabannya karena telah menggunakan kekuatan mematikan untuk merusak aturan hukum dan demokrasi. Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut berlaku pada tentara Mesir. (Sumber: islamtoday/sinaimesir)
* http://muslimina.blogspot.com/2013/08/the-guardian-pimpinan-militer-mesir.html
The Guardian: Pimpinan Militer Mesir akan Diseret ke Pengadilan Internasional
Surat kabar The Guardian-Inggris menyebutkan bahwa pemimpin militer di Mesir tidak akan luput dari pengadilan Internasional untuk kejahatan perang yang telah mereka lakukan, termasuk kejahatan terhadap para pendukung presiden Mursi, yang terbaru adalah peristiwa pembantaian yang berlangsung hari ini terhadap demonstran di Rabi'ah Al Adaweah dan Nahdhah Square, yang mana hal tersebut bisa diadili di hadapan pengadilan kriminal Internasional meskipun Mesir tidak ikut menandatangani "Piagam Roma untuk Hak Asasi Manusia".
Surat kabar Inggris tersebut juga menambahkan bahwa dengan eskalasi ketegangan di Mesir dan pembantaian pihak keamanan terhadap banyak pendukung Mursi hari ini, banyak dari pengacara hak asasi manusia akan menggunakan "prinsip yurisdiksi universal" untuk mengadili pelaku-pelaku kejahatan internasional. Sudah saatnya bagi masyarakat internasional untuk melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi di Mesir, dan meminta pertanggung jawaban mereka (pemerintah kudeta) atas pertumpahan darah yang terjadi.
Yang jadi masalah saat ini adalah, Mesir tidak tunduk pada yuridikasi pengadilan Afrika tentang hak asasi manusia karena Mesir tidak ikut menandatangan piagam tersebut. Ini berarti bahwa pengadilan Afrika tidak bisa mengadili kekejaman yang dilakukan oleh tentara Mesir. Begitu pula, Mesir juga bukanlah negara yang menandatangani Piagam Roma, oleh karena itu Mesir pun tidak tunduk pada Pengadilan Kriminal Internasional. Akan tetapi Guardian menambahkan, meskipun begitu, para penggagas piagam Roma telah mengetahui bahwa banyak pemerintahan yang sengaja tidak menandatangani piagam tersebut agar nantinya bisa tidak patuh. Maka dari itu, mereka (para penyusun piagam Roma) menambahkan sebuah artikel dalam piagam tersebut untuk memberi yurisdiksi terhadap pengadilan pidana Internasional untuk menjalankan mandatnya ketika dewan keamanan PBB merujuk sebuah kasus kriminal internasional untuk diinvestigasi, seperti yang pernah diberlakukan pada kasus presiden Sudan Umar Al Bashir yang didakwa di pengadilan pidana setelah kasusnya dirujuk oleh dewan keamanan.
Guardian juga menyebutkan bahwa seharusnya negara-negara demokratis (Eropa-Amerika) tidak membiarkan demokrasi Mesir yang baru lahir ini menjadi Suriah baru, atau menjadi seperti negara-negara yang mengalami banyak kudeta dalam pemerintahannya seperti Pakistan. Seharusnya pula, pemerintah Inggris meningkatkan rasa tanggung jawabnya dan mengambil peran kepemimpinan global terhadap masalah ini sebagai salah satu anggota tetap dewan keamanan PBB.
Yang terpenting adalah pengadilan kriminal Internasional harus segera mengambil langkah tegas terhadap pemimpin negara-negara non penandatanganan piagam Roma atau pihak ketiga yang perlu diminta pertanggung jawabannya karena telah menggunakan kekuatan mematikan untuk merusak aturan hukum dan demokrasi. Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut berlaku pada tentara Mesir. (Sumber: islamtoday/sinaimesir)
* http://muslimina.blogspot.com/2013/08/the-guardian-pimpinan-militer-mesir.html
7/10/2013
Pendiri Partai Nasdem Saja Mengakui Gubernur Kader PKS, Gatot Puji Nugroho Bisa Lebih Hebat Dari Jokowi
Rabu, 10 Juli 2013
Sejumlah tokoh dan pemangku adat melayu menggelar syukuran dan doa
atas terpilihnya Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi sebagai
Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara. Mereka berharap duet ini
sukses membawa Sumatera Utara lebih maju dan sejahtera.
Dalam
acara di Balairung Istana Maimun, Medan tersebut politikus nasional
Surya Paloh bahkan secara tegas menyatakan, dengan dukungan sumberdaya
alam dan manusia di Sumatera Utara akan membuat Gatot Pujo Nugroho lebih
hebat dari Jokowi.
Hadir dalam syukuran tersebut sejumlah
pemuka puak melayu Sumatera Utara diantaranya, Sultan Langkat, Sultan
Deli, Sultan Serdang, Sultan Kuwaluh, Asahan, Tokoh Melayu sekaligus
Mantan Walikota Medan Bahtiar Djafar, ketua Yayasan Ma'mun Al-Rasyid,
Ikatan Sarjana Muda Islam, Laskar Hang Tuah, Perwakilan Kapoldasu,
Sekretaris Daerah Kab.Sergai, Kepala SKPD Provsu serta ratusan undangan
lainnya.
Surya Paloh menegaskan keyakinannya bukan tidak
beralasan. Menurutnya Sumatera Utara memiliki kekayaan alam yang
banyak, sumberdaya manusia yang hebat serta memiliki potensi pariwisata
yang mendunia.
Sebut saja Danau Toba danau kaldera terbesar
di dunia, penagkaran orang hutan, Geo termal, tambang dan banyak lagi.
Namun, semua itu tidak akan berarti apa-apa kalau hanya dikelola dengan
cara yang konvensional."Saya Gatot Erry harus memimpin dengan cara yang
Out of The Box. Cara yang tidak biasa dan saya yakin mereka berdua bisa
melakukannya," tegas Paloh.
Ditambahkannya , meski Partainya
ikut mendukung kemenangan Gatot Erry , Surya tidak berharap banyak
kontribusi dari Gatot Erry terhadap Partai yang dipimpinnya. Paloh
hanya berpesan,dibawah kepemimpinan mereka berdua, Sumut harus bisa jadi
Luar biasa. "Anda harus bisa lebih hebat dari Jokowi," tegas pemilik
stasiun televisi berita pertama di Indonesia itu.
Sementara itu
Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho, ST,M.Si dalam
sambutannya berterimakasih atas sambutan seluruh warga melayu dan
optimisme Surya Paloh terhadap dirinya.
"Memang benar Sumatera
Utara miliki potensi luar biasa, namun tangan kami berdua masih lemah
untuk mengeksplorasi semuanya. Untuk itu kami berharap bantuan dari
seluruh tangan warga Sumatera Utara menjadikan Sumut Luar biasa," kata
Gubsu.
Selain itu Gubsu menjelaskan " Ganteng" yang selama ini
menjadi Take Line mereka dalam kampanye lalu, itu berarti Gatot dan
Tengku Erry.
Ditambahkannya "Ganteng" bisa pula berarti Gatot
tidak akan hebat tanpa Tengku Erry dan Tengku juga tidak akan hebat
tanpa Gatot. Atas dasar itulah, Gubsu meminta dukungan semua pihak agar
kepemimpinan mereka berdua tetap langgeng tidak putus ditengah jalan.
Terkait harapan semua pihak akan "luar Biasa" nya Sumatera Utara, Gubsu
menjelaskan pihaknya akan membentuk Forum Percepatan Pembangunan
Sumatera Utara. Forum itu nantinya terdiri dari putra daerah Sumatera
Utara yang telah sukses di Jakarta. Sebut saja Akbar Tanjung, Sudi
Silalahi, TB.Silalahi dan banyak lagi tokoh lainnya.
Lain lagi
Bachtiar Djafar selaku tokoh melayu dalam sambutannya mengatakan Sumut
memang luar biasa namun faktanya propinsi lain lebih luar biasa, sebut
saja Sumatera Barat dan Aceh. Secara luas daerah dan kekayaan alam Sumut
lebih baik , namun dari propinsi itu lahir menteri negara yang
mengakibatkan komunikasi politik pembangunan jauh lebih baik.
Untuk itu dia berharap, nantinya lahir mantan Gubernur Di Sumatera Utara
yang menjadi mentri agar komunikasi politik pembangunan jauh lebih baik
dan Sumatera Utara semakin"luar Biasa".
Acara kemudian
dilanjutkan dengan memberikan tepung tawar kepada Gatot dan Tengku
Erry.Proses tepung tawar oleh seluruh hadirin bertujuan memberikan doa
dan harapan kepada mereka berdua. Sambil diiringi lantunan marhaban,
tepung tawar terasa hangat penuh kekeluargaan dan harapan.
* http://www.suaranews.com/2013/07/pendiri-partai-nasdem-saja-mengakui.html
7/04/2013
*http://www.ranahberita.com/news.php?id_news=530/Berita/view/Tim-Hamas-Klaim-Memenangi-Pemilihan-Walikota-Padang-Panjang#.UdWFlD_EWsg
Alhamdulillah... Calon yang diusung PKS menang Pilwalkot Padang Panjang
Kamis, 04 Juli 2013
Tim pemenangan pasangan Hendri Arnis dan Mawardi Samah (Hamas), klaim
memenangi pemilihan walikota Padang Panjang yang berlangsung hari ini,
Kamis (4/7/2013).
Koornator Tim Super Pemenangan PKS untuk Hamas, Nashrullah, mengatakan,
pasangan Hamas meraih 43,92 persen suara berdasarkan real count dari
saksi-saksi Hamas di tiap tempat pemungutan suara (TPS).
Disamping PKS, pasangan nomor urut 5 ini juga diusung oleh Golkar, PBB, dan PKB.
Secara lebih terperinci, Nasrhrullah juga menyebutkan raihan dari
pasangan lainnya berdasarkan hasil real count PKS dan tim Hamas.
Pasangan nomor urut 3, Edwin – Eko Furqani di urutan dua, dengan meraih
35,82 persen suara dari jumlah DPT. Secara berurutan selanjutnya,
pasangan nomor urut 2, Sonny Jendriza Idroes dan Aldias Sastra, meraih
12,28 persen suara.
Pasangan nomor urut 4, Jon Enardi dan Yurnalisman Syam, meraih 5,43
persen suara. Dan pasangan nomor urut 1, Yusyafnital dan Yuheldi meraih
2,56 persen suara.
Hasil real count, jelas Nashrullah, menunjukan hampir semua TPS yang ada
dimenangi oleh Hamas. “Hamas cuma tak menang di TPS Kelurahan Silaing
Bawah. Sementara di TPS Guguak Malintang, kalah tipis. Sedangkan di TPS
Kelurahan Tanah Hitam, Hamas menang mutlak dengan angka 43 persen,”
jelasnya.
“Insyaallah kita menang di satu putaran,” tukas Nashrullah, saat dihubungi melalui telepon.
Dalam Pemilukada Padang Panjang ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Kota Padang Panjang Sudirman, mengatatakan terdapat 34.602 orang daftar
pemilih tetap (DPT). Sementara populasi Padang Panjang tercatat 54 ribu
jiwa lebih.
Dalam Pemilukada kota berjuluk Serambi Mekah ini, terdapat 85 Tempat Pemungutan Suara (TPS), di 16 kelurahan dan di 2 kecamatan.
Sudirman mengatakan, Pemilukada Padang Panjang dihitung secara manual.
Hari ini, TPS yang ada akan langsung direkapitulasi per kelurahan.
Tanggal 8 Juli, proses rekap tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan
Kecamatan (PPK). Sedangkan tanggal 11 Juli akan dilakukan rekap di KPU
Padang Panjang. (Chende)
*http://www.ranahberita.com/news.php?id_news=530/Berita/view/Tim-Hamas-Klaim-Memenangi-Pemilihan-Walikota-Padang-Panjang#.UdWFlD_EWsg
6/17/2013
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/06/14/35218/akp-fitrisia-kamila-kapolsek-muslimah-pertama-di-langsa/#ixzz2WUzbkc9a
AKP Fitrisia Kamila, Kapolsek ‘Muslimah’ Pertama di Langsa
Senin, 17 Juni 2013
dakwatuna.com – Langsa. Jilbab
bukan jadi penghalang seorang muslimah untuk bekerja secara profesional
dan berprestasi. Termasuk prestasi di kepolisian dan militer.
Salah
satunya adalah AKP Fitrisia Kamila, seorang Kapolsek muslimah pertama
di wilayah hukum polres Langsa yang dilantik pada Selasa, 11 Desember
2012.
Jabatan Kapolsek didapat Kamila bukan karena kecatikannya, tetapi memang melalui jenjang karir yang panjang.
Kapolsek
cantik yang lahir di Pekan Baru 8 Juli 1983 silam. Ia lulusan Akademi
Polisi tahun 2005. Selepas Lulus pendidikan AKP, Kamila ditugaskan
pertama kali di Polres Banda Aceh, tahun 2010 hingga 2011, kemudian
dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Darul Imarah di Aceh Besar yang
masuk wilayah hukum Polrestas Banda Aceh.
Usai bertugas di sana ia
kemudian dipindahtugaskan ke Polres Langsa sebagai Kasubbag Humas
Bagian Operasi Polres Langsa. Penghujung tahun 2012 ini ia kemudian
dipercayakan kembali sebagai Kapolsek Birem Bayeun. Ibu tiga anak ini
bersuamikan seorang anggota TNI Kapten Boby Wijayanto.
Kepada
media ia menuturkan bahwa saat pertama kali ditugaskan ia sempat
menghadapi kendala yaitu masalah perbedaan bahasa. Namun, demi
pengabdiannya kepada negara dan masyarakat ia terus berusaha untuk
mempelajari bahasa Aceh.
Di Polsek Birem Bayeun katanya, membawahi 27 gampong. Ia pun telah memiliki sejumlah agenda untuk mengayomi masyarakat.
“Langkah pertama adalah dengan lebih proaktif melakukan pertemuan dengan geuchik dan masyarakat,” ujarnya.
Selain
itu juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan demikian ia
berharap dapat menciptakan suasana kemanan dan ketertiban masyarakat
yang lebih kondusif.
Jadi polwan berjilbab bukan halangan untuk tetap berprestasi dan mengabdi bagi bangsa dan negara. (sbb/ajtp/dakwatuna)
Redaktur: Saiful Bahri
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/06/14/35218/akp-fitrisia-kamila-kapolsek-muslimah-pertama-di-langsa/#ixzz2WUzbkc9a
6/16/2013
Tolak BBM Naik, PKS Bagi-bagi Voucher BBM ke Ratusan Tukang Ojek Aksi simpatik ini digelar di Yogyakarta.
Minggu, 16 Juni 2013
Publik tentu masih ingat dengan
sikap sejumlah politisi Partai Keadilan Sejahtera yang secara tegas
menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Bahkan,
sejumlah kader PKS juga mengancam partainya siap hengkang dari koalisi.
Meski menolak kenaikan harga BBM, PKS hari ini, Minggu 16 Juni
2013, melaksanakan aksi bagi-bagi voucher BBM kepada para tukang ojek di
Yogyakarta. Kegiatan itu diberi nama 'Subsidi BBM Buat Pak Ojek'.
"Para tukang ojek ini dipastikan orang yang pertama terkena imbas
kenaikan BBM karena dalam bekerja mereka selalu membutuhkan BBM.
Sayangnya tidak semua tukang ojek masuk kategori keluarga miskin," kata
Sukamta Ketua DPD PKS DIY, di Kantor DPD PKS DIY.
Sedikitnya ada 120 tukang ojek yang mendapatkan voucher BBM dari
PKS. Mereka ada para tukang ojek yang sering mangkal disekitar kawasan
Stasiun Lempuyangan, Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, Pasar Beringharjo
dan lokasi pangkalan ojek lainnya di Yogyakarta.
"Satu voucher seharga Rp10.000 ini dapat ditukarkan dengan BBM di SPBU Gambiran," ujarnya
Calon Legislatif DPR dari Dapil DIY ini pun menilai rencana
pemberian kompensasi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat juga
akan menimbulkan persoalan baru. Menurutnya, data kemiskinan yang
digunakan tidak sesuai.
"Ada tukang ojek yang tidak masuk KK miskin sehingga tidak
mendapatkan BLSM padahal motor adalah alat kerja dan butuh BBM,"
tuturnya.
Arif Rahman Hakim, Humas DPD PKS DIY mengatakan pemberian voucher
BBM kepada tukang ojek diharapkan menjadi solusi dan membantu para
tukang ojek atas kenaikan BBM.
"Meski nilainya tidak banyak namun diharapkan mampu membantu para tukang ojek di Yogyakarta ini," kata dia.
* http://us.politik.news.viva.co.id/news/read/421134-tolak-bbm-naik--pks-bagi-bagi-voucher-bbm-ke-ratusan-tukang-ojek
6/16/2013
“KPK TAK PERNAH SALAH..!” by Fahri Hamzah
Aku yakin wartawan KPK gak berani tanya kenapa mobil dibalikin….KPK gak pernah salah/kalah…
Waktu ngambil blagunya ampun…giliran salah gak minta maaf…katanya BERANI JUJUR HEBAT….
Harta orang dirampas atas nama hukum pencucian uang…
Rumah orang yang didapat dengan cara halal diberi cap dan tertulis “RUMAH INI PUNYA MALING”…
Istri dan anak2nya akhirnya mengungsi…entah kemana karena rumahnya diberi cap dan didatangi wartawan setiap hari..
Tetangga memandang mereka seperti najis….pergilah mereka mencari hidup berpencar….bersatu tak mungkin lagi…
Anak2 lutfi hasan berpencar menumpang di rumah2 kami…mereka terusir oleh hukum yg bertujuan melahirkan jera dan malu…
Apa dosa isteri dan anak2 jika suami atau ayah bersalah?
Dalam hukum yang mereka pakai, menghancurkan kehormatan diri dan keluarga merupakan bagian dari cara kerja…
Anak2 lutfi hasan ada 15 orang dan sebagiannya setiap subuh mereka berdoa dengan rasa malu di masjid dekat rumah kami….
Mereka memilih sudut yang sepi, melingkar dan saling menatap…kenapa hidup mereka dihancurkan?
Ideologi hukum yang kita tonton dari KPK bukanlah hukum yang kita kenal dalam masyarakat beradab…
Inilah hukum yang memandang manusia sebelah mata dan bukanlah manusia sebagai makhluk Tuhan yang terindah sempurna…
Inilah hukum yang dimulai dari curiga dan buruk sangka sehingga setiap orang harus diintip hidupnya dan direkam aibnya..
Dengan menyadap tanpa aturan KPK telah mengumpulkan aib banyak orang yang menjadi senjata pemusnah masal..
Dalam konsensus orang2 KPK nampaknya memang hidup koruptor harus dihancurkan juga keturunannya…
Mereka belajar banyak dari rezim otoriter yang berambisi hancurkan musuhnya sampai ke akarnya…koruptor seperti komunis…
Inilah hukum yang disusupi dendam kampanye terselubung atau terbuka kepada mereka yang telah dicap koruptor…
Inilah hukum yang suka atau tidak dalam 10 tahun ini telah melahirkan paham yang menyimpang dari tujuan sebenarnya…
Inilah hukum yang memang dimaksudkan bagi balas dendam bangsa yang dianggap mundur dan miskin karena maling…
Anak2 muda di KPK seperti asisten abraham yg bernama wiwin, bekerja dengan kebencian pd koruptor yg dia ucapkan setiap hari…
Anak2 muda seperti mereka akan melakukan apapun demi menista orang yang telah mereka cap sebagai koruptor…
Wiwin, ketika ditanya “kenapa membocorkan dokumen sprindik”, jawabnya
sederhana “saya benci koruptor, kok anas belum tersangka”.
Dan wiwin hanya dapat sanksi etika. Padahal UU KPK sendiri menyebut hukuman pembocoran adalah 5 tahun.
Inilah hukum yang akan berbuat apapun demi reputasinya dan akan menutupi apapun yang menodai wibawanya…
Inilah hukum yang memandang hukum hanya untuk orang lain dan bukan untuk mereka yang menegakkannya…
Inilah hukum yang berjalan searah…menerabas apa yang telah dikampanyekan sebagai musuh dan tdk peduli dengan cara apa…
Saya kembali teringat orang2 yang telah “dimiskinkan” sebab itulah tujuan protokol yang mereka peluk teguh…
Pemiskinan, trading in influence, illicit enrichment, dll adalah konsep yang mereka paksakan jadi hukum tanpa ada UU-nya.
Sebelum sidang dimulai, para terdakwa telah berjejer sebagai pesakitan… mereka menunggu hukuman bukan keadilan…
Para hakim takkan punya pilihan sebab orang2 yang duduk di depan mereka sebagai terdakwa adalah sosok yg sdh hancur…
Publik takkan terima mereka dibebaskan… dan menghukum adakah ritual majelis hakim tipikor… tak pernah ada kebebasan…
Di negara kita 10 tahun ini, hakim tipikor menjadi 5 dan 3 diantaranya direkrut untuk menghukum dan didoktrin untuk membenci…
Jika ada yg mencoba meringankan atau membebaskan terdakwa maka media dan LSM siap menyalak membongkar aib mereka…
Maka daripada berurusan panjang maka sebaiknya terdakwa korupsi dihukum berat… biar bisa jadi pahlawan…
Keesokan harinya, media akan bikin headline, INILAH NAMA HAKIM TIPIKOR YANG PEMBERANI…. LUAR BIASA…
Kita takkan pernah melihat hal hal yang ganjil karena panggung ini memang telah dimenangkan oleh KPK…
Sebentar lagi dalam persidangan Joko, para isteri simpanan akan dihadirkan dan panggung itu akan jadi penistaan…
Inilah polisi bangsat… maling yang hidupnya kotor bergelimang harta dan wanita…kemarahan rakyat harus dibayar…
Joko akan mirip seperti maling ayam yang dibakar di dalam pasar dan semua orang sepertinya menonton dengan rasa puas…
Atau para terdakwa korupsi akan seperti pencopet yang dianiaya babak belur di atas bus dan semua puas…
KPK melalui kampanyenya yang hebat telah ciptakan alat pemuas seperti kepuasan orang di pasar atau bus kota itu…
Dan tujuan hukum sebagai alat pemuas kentara sekali dalam kata “biar ada efek jera” atau “biar ada malu”…
Jika kita diamkan maka hukum di tangan KPK hanya akan jadi sensasi… sensasi demi sensasi…
Tapi luka yang diakibatkannya tak terbaca di media… luka ini adalah sakit yang takkan sembuh… benci takkan mengobati.
Orang orang harus dibangunkan dan kesaksian harus diberikan. (Rendra). end.
* http://pksnews.com/kpk-tak-pernah-salah-by-fahrihamzah/
6/08/2013
Parcel Cinta DPC PKS Kec. Sekampung Udik
Sabtu, 08 Juni 2013
Salah satu agenda kegiatan LT3 Besar DPC. PKS Kec. Sekampung Udik adalah membagi-bagikan Parcel Cinta. Kegiatan LT3 Besar rencana akan dilaksanakan hari Minggu, tanggal 09 Juni 2013 bertempat di kediaman Bapak Susilo pengurus DPRa PKS desa Brawijaya.
Sebagian Akhwat PKS Kec. Sekampung Udik sedang menyiapkan amunisi Parcel Cinta untuk dibagikan dalam aksi silaturahmi ke rumah warga desa Brawijaya Kec. Sekampung Udik.
*** Penuh Semangat***
6/07/2013
Pengamat Politik Anggap Posisi SBY Akan Lebih Aman Jika PKS Tetap di Koalisi
Jumat, 07 Juni 2013
Kalangan pengamat mencoba menakar nyali SBY dalam menyikapi manuver
PKS di Setgab. Kemungkinan besar, SBY bakal mendiamkan sikap PKS.
Lagi-lagi demi pencitraan.
Seperti disampaikan Pakar filsafat
politik UI, Dr Rocky Gerung, SBY tidak akan berani mengambil sikap tegas
terhadap PKS. ‘’Karena itu cara SBY melawan. Dengan mendiamkan sama halnya SBY menyandera PKS. Dibuat lumpuh agar tak bisa bergerak. Kalau
dikeluarkan (Setgab), ongkos public relation-nya, sangat mahal,’’
paparnya, Jumat (07/06/2013).
Langkah ini, lanjut Rocky,
lebih menguntungkan secara politik bagi SBY. Dengan memelihara PKS di
Setgab, posisi SBY justru lebih aman. ‘’Daripada diusir kemudian PKS
ngamuk di luar kandang. SBY akan sibuk meladeni konferensi pers. Dan,
PKS akan jadi bintang media lagi,’’ pungkasnya.
Sebagaimana
diberitakan, PKS kini masih menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga
BBM bersubsidi. Posisi PKS ini sangat menganggu pemerintahan. Karena
itulah Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi merasa perlu untuk
memberikan sanksi kepada PKS.
* http://www.suaranews.com/2013/06/pengamat-politik-anggap-posisi-sby-akan.html
* http://www.suaranews.com/2013/06/pengamat-politik-anggap-posisi-sby-akan.html
Langganan:
Postingan (Atom)









